Gadgedin – Pernah menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk menentukan baju yang akan dipakai? Kebiasaan kecil ini mungkin terasa sepele, tetapi bagi orang dengan jadwal padat, mengurangi keputusan yang tidak perlu bisa membuat rutinitas lebih praktis. Pendekatan itulah yang menarik perhatian dari gaya berpakaian Jensen Huang, CEO NVIDIA.
Huang hampir selalu tampil dengan jaket kulit hitam. Penampilan tersebut sudah melekat pada dirinya, baik saat menghadiri acara teknologi maupun ketika berbicara di hadapan publik. Namun, pilihan itu bukan semata-mata soal penampilan. Ia juga punya alasan sederhana: tidak ingin membuang terlalu banyak waktu untuk urusan pakaian.
Mengapa Jensen Huang Konsisten Memakai Jaket Hitam?
Alih-alih berganti gaya setiap hari, Huang memilih tampilan yang relatif konsisten. Dengan begitu, ia tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kombinasi pakaian setiap pagi.
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Huang menjelaskan pendekatannya melalui kalimat, “Black is the absence of choice.” Artinya, warna hitam menjadi cara untuk menghilangkan kebutuhan memilih terlalu banyak opsi.
Meski terdengar sederhana, kebiasaan ini punya kaitan dengan konsep decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa terbebani setelah menghadapi banyak pilihan atau keputusan.
Bukan berarti memilih baju otomatis menyebabkan gangguan kesehatan mental. Namun, menyederhanakan rutinitas harian dapat membantu mengurangi hal-hal kecil yang menyita perhatian, terutama ketika pekerjaan menuntut banyak pertimbangan.
Baca juga: Jensen Huang Tak Bisa Berhenti Memikirkan Pekerjaan, Kapan Otak Butuh Waktu Istirahat?
Punya Puluhan Jaket, tetapi Gayanya Tetap Sama
Menariknya, penampilan Huang yang terlihat seragam bukan berarti ia hanya memiliki satu jaket. Koleksinya diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 buah, dan sebagian dibelikan oleh istrinya, Laurie Huang.
Jaket kulit hitam tersebut juga menjadi bagian dari citra dirinya sebagai pemimpin NVIDIA, perusahaan yang dikenal luas lewat teknologi chip grafis dan pengembangan komputasi kecerdasan buatan.
Dalam beberapa kesempatan, Huang terlihat mengenakan jaket dengan tampilan premium. Namun, tidak semua merek maupun harga jaket yang beredar dalam pemberitaan dapat dipastikan secara independen.
Bisakah Kebiasaan Ini Membantu Menjaga Fokus?
Gagasan di balik gaya Huang sebenarnya mudah diterapkan tanpa harus membeli pakaian mahal. Menyiapkan baju sejak malam, mengatur beberapa kombinasi andalan, atau menggunakan pakaian kerja dengan gaya serupa bisa mengurangi kerepotan pada pagi hari.
Meski begitu, manfaatnya tidak sama bagi setiap orang. Mengurangi pilihan pakaian bukan solusi untuk semua bentuk kelelahan, dan belum tentu membuat seseorang otomatis lebih produktif.
Hal yang juga menarik, Huang bukan satu-satunya tokoh teknologi yang dikenal dengan penampilan khas. Steve Jobs identik dengan atasan hitam berkerah tinggi, sedangkan Mark Zuckerberg pernah dikenal lewat kaus sederhana.
Pada akhirnya, pelajaran dari kebiasaan Huang bukan soal harus memakai jaket hitam setiap hari. Intinya, rutinitas yang lebih sederhana bisa membuat hidup terasa lebih praktis. Energi dan perhatian pun dapat dialihkan ke hal-hal yang memang membutuhkan pertimbangan lebih besar.
Baca juga: Nvidia Ikut Membiayai Demam AI, tapi Bagaimana Jika Bisnis Cloud Mulai Tersendat?